Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu RI Tahun 2026 Resmi Dimulai

Bawaslu RI

Sambutan Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., pada pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Tanggerang Provinsi Banten.

Sumedang,12 Mei 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) resmi melaksanakan kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kabupaten Tanggerang. Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Bawaslu RI dengan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan pembukaan ini menjadi langkah awal Bawaslu RI dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif masyarakat menuju Pemilu dan Pilkada Tahun 2029. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat, di mana lebih dari 1.000 peserta hadir melalui Zoom Meeting dan sekitar 800 peserta mengikuti melalui siaran YouTube Bawaslu RI.

Bupati Tanggerang

Apresiasi Bupati Tangerang terhadap Program P2P Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Tangerang.

Ia menegaskan bahwa tugas yang dijalankan oleh para peserta dan penyelenggara merupakan tugas yang sangat mulia, yakni membangun kesadaran demokrasi melalui pendidikan pengawasan partisipatif kepada masyarakat. 

Menurutnya, pendidikan pengawasan partisipatif menjadi hal yang sangat penting karena calon-calon pemimpin bangsa serta calon-calon penjaga demokrasi harus dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan yang terarah dan berkelanjutan. “Penting bahwa calon-calon pemimpin dan calon-calon pagar demokrasi harus dilaksanakan pendidikan partisipatif,” ujar Faisal M. Rasyid dalam sambutannya.

Bupati Tangerang juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan yang terjadi di bawah, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Tahun 2026 dan berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kader-kader demokrasi yang berkualitas serta memiliki integritas tinggi.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan tiga poin penting terkait pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

Poin pertama, Lolly menyoroti pentingnya menjalankan amanat undang-undang dalam menjaga dan mengawal demokrasi. Ia menceritakan bagaimana proses panjang yang harus disampaikan kepada Bupati Tangerang terkait pentingnya pendidikan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari mandat konstitusi.

Menurutnya, demokrasi yang baik tidak dapat dibangun secara instan atau “membalikkan telapak tangan”. Demokrasi harus dipersiapkan jauh hari, termasuk mulai saat ini untuk menghadapi demokrasi tahun 2029. “Demokrasi menjadi mandat yang harus dikawal oleh semua pihak,” tegas Lolly Suhenty.

Poin kedua, ia menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai kerawanan pemilu yang masih memiliki tingkat risiko tinggi. Ia menyebut bahwa tingginya partisipasi peserta dalam kegiatan ini menunjukkan besarnya semangat masyarakat dalam ikut mengawal demokrasi.

Menurutnya, kehadiran lebih dari 1.000 peserta di Zoom Meeting dan ratusan penonton di YouTube menjadi bukti bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif mampu menginspirasi masyarakat luas untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

Poin ketiga, Lolly menegaskan bahwa meskipun Pemilu 2029 masih terlihat jauh, namun berdasarkan amanat Undang-Undang Pemilu, tahapan menuju pemilu akan segera dimulai pada tahun depan. Oleh karena itu, persiapan kader pengawasan partisipatif harus dilakukan sejak sekarang.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya Bawaslu telah memiliki program sejuta relawan dan kader pengawasan partisipatif. Kini, melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu mulai membangun kaderisasi dengan pembagian karakter dan level yang lebih terstruktur.

Lolly menegaskan bahwa kader P2P harus memiliki karakter:

  1. Logis

  2. Kritis

  3. Berani

  4. Berdampak bagi masyarakat

Menurutnya, kader pengawas partisipatif tidak hanya hadir sebagai peserta pelatihan, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Saat ini, tercatat lebih dari 3.000 kader Pengawas Partisipatif telah tersebar di seluruh Indonesia.

“Selamat, kalian ada pada momentum yang tepat karena Pemilu 2029 sudah dekat,” ujar Lolly Suhenty memberikan semangat kepada seluruh peserta.

Kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu RI Tahun 2026 secara resmi dibuka langsung oleh Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H. Pembukaan ditandai dengan prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu RI Tahun 2026.

Dengan dimulainya program ini, Bawaslu RI berharap lahir generasi pengawas partisipatif yang mampu menjaga integritas demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas menuju Pemilu 2029.

Penulis : Adi Saepulloh 

Foto : Screenshoot Youtube Bawaslu RI 

Editor : Tim Humas Bawaslu Sumedang.