Bawaslu Sumedang Ajak Masyarakat Pahami Demokrasi dari Lingkungan Terdekat
humas | Jumat, September 18, 2026 - 23:59
Sumedang, Jumat 18 September 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumedang mengajak masyarakat untuk memahami bahwa demokrasi bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga hadir dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.
Melalui materi edukasi publik bertajuk “Demokrasi Bukan Cuma Pas Nyoblos”, Bawaslu Kabupaten Sumedang menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai demokrasi dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga ruang publik. Demokrasi diwujudkan melalui kebiasaan menghargai pendapat, bermusyawarah, menerima keputusan bersama, serta berani menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Dalam poster edukasi tersebut, Bawaslu mencontohkan praktik demokrasi sederhana yang sering terjadi di sekitar masyarakat, seperti berdiskusi menentukan keputusan bersama, menyampaikan usulan dalam kelompok warga, hingga berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. Masyarakat juga diajak untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi turut berperan aktif menjaga proses demokrasi yang berlangsung.
Warga Sumedang, Asep Dani, menyampaikan bahwa pemahaman demokrasi perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari karena demokrasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan politik formal.
"Penting sekali demokrasi ini, di lingkungan kita sehari-hari pun kita belajar demokrasi. Di keluarga maupun di kehidupan bermasyarakat, misalnya dalam pemilihan RT atau diskusi menyelesaikan masalah di lingkungan," ujar Asep Dani.
Menurutnya, kebiasaan mendengarkan pendapat orang lain dan mencari keputusan bersama merupakan bentuk nyata penerapan demokrasi yang dapat memperkuat hubungan sosial di masyarakat.
Bawaslu Kabupaten Sumedang melalui kampanye “Ayo Awasi Bersama” juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menciptakan demokrasi yang sehat. Partisipasi warga dapat dilakukan dengan memastikan informasi yang diterima benar, mengawasi tahapan pemilu, serta melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak yang berwenang.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap nilai demokrasi, diharapkan pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Penulis dan Foto : D Irwandy
Editor : A Nugraha