Webinar Literasi Politik Generasi Z
|
[caption id="attachment_923" align="alignright" width="300"]
Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat Memaparkan Materi Pada Kegiatan Webinar Literasi Politik Bagi Generasi Z, Selasa (31/08/2021)[/caption]
Sumedang,-- Bawaslu Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan webinar pengawasan pemilu partisipatif, melalui zoom meeting bagi Generasi Z. Tema kegiatan diskusi daring ini yakni literasi politik Generasi Z dalam menyongsong pemilu dan pemilihan tahun 2024. Selasa ( 31/08/2021)
Tujuannya kegiatan ini sebagai upaya Bawaslu untuk meningkatkan kepedulian dan keikutsertaan bagi Generasi Z, supaya mereka berperan aktif dan menjadi partisipan untuk pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah tahun 2024.
Kegiatan ini menghadirkan H. Yusuf Kurnia,S.IP.,S.H selaku Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat, Hersa Sentosa,S.H.,M.M, merupakan praktisi pemilu, Nanang Suryana, S.IP.,M.IPol tenaga ahli DPR RI dan Deni Ahmad Haidar, S.E selaku tokoh pemuda Jawa Barat.
Kegiatan dibuka langsung oleh ketua Bawaslu Kabupaten Sumedang Dr. Dadang Priyatna, M.Si, menurutnya ;
"Kegiatan ini adalah wujud dari ikhtiar Bawaslu Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan peran aktif para pemilih khususnya generasi z, karena mereka adalah generasi yang sangat melek akan teknologi, mereka yang kritis terhadap perubahan. sehingga diupayakan pada pemilu atau pemilihan yang akan datang bisa terlibat langsung untuk mengawasi jalannya demokrasi."
Seperti yang diketahui Generasi Z atau Gen Z disebut sebagai generasi yang lahir setelah generasi Y. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010.
Karakter Gen Z lebih beragam, bersifat global, serta memberikan pengaruh pada budaya dan sikap masyarakat kebanyakan. Satu hal yang menonjol, Gen Z mampu memanfaatkan perubahan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan mereka.
Menurut Yusuf Kurnia, menerangkan bahwa Generasi Z ini merupakan pemilih muda untuk pemilu dan pemilihan tahun 2024, kemudian perannya sangat menentukan terhadap hasil akhir pada pemilu dan pemilihan yang akan datang.
"Generasi Z memiliki 2 modal; 1. Modal literasi logika, mereka memiliki pendidikan yang mumpuni sehingga membentuk pola berpikir yang kritis pada perubahan jaman. 2. Modal literasi digital, mereka itu generasi yang tidak terlepas dari digital, makanya generasi z disebut generasi internet. Sehingga mereka bisa mengakskes berbagai macam ilmu pengetahuan terutama tentang isu politik sangat mudah didapatkan baik elektoral maupun peristiwa politik."
Adapun problem yakni generasi z ialah mudah menjadi korban hoax yang menyesatkan, lebih lanjut menurut Yusuf Kurnia,
"Makanya sangat penting untuk memberikan literasi elektoral atau literasi politik kepada generasi z. Karena peran Bawaslu literasi politik dilakukan kepada para pemilih sehingga menimbulkan daya kritis dan rasional, kemudian menghasilkan pemilih yang LUBERJURDIL sesuai dengan asas pemilu." Tambah Yusuf.
Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat Memaparkan Materi Pada Kegiatan Webinar Literasi Politik Bagi Generasi Z, Selasa (31/08/2021)[/caption]
Sumedang,-- Bawaslu Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan webinar pengawasan pemilu partisipatif, melalui zoom meeting bagi Generasi Z. Tema kegiatan diskusi daring ini yakni literasi politik Generasi Z dalam menyongsong pemilu dan pemilihan tahun 2024. Selasa ( 31/08/2021)
Tujuannya kegiatan ini sebagai upaya Bawaslu untuk meningkatkan kepedulian dan keikutsertaan bagi Generasi Z, supaya mereka berperan aktif dan menjadi partisipan untuk pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah tahun 2024.
Kegiatan ini menghadirkan H. Yusuf Kurnia,S.IP.,S.H selaku Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat, Hersa Sentosa,S.H.,M.M, merupakan praktisi pemilu, Nanang Suryana, S.IP.,M.IPol tenaga ahli DPR RI dan Deni Ahmad Haidar, S.E selaku tokoh pemuda Jawa Barat.
Kegiatan dibuka langsung oleh ketua Bawaslu Kabupaten Sumedang Dr. Dadang Priyatna, M.Si, menurutnya ;
"Kegiatan ini adalah wujud dari ikhtiar Bawaslu Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan peran aktif para pemilih khususnya generasi z, karena mereka adalah generasi yang sangat melek akan teknologi, mereka yang kritis terhadap perubahan. sehingga diupayakan pada pemilu atau pemilihan yang akan datang bisa terlibat langsung untuk mengawasi jalannya demokrasi."
Seperti yang diketahui Generasi Z atau Gen Z disebut sebagai generasi yang lahir setelah generasi Y. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010.
Karakter Gen Z lebih beragam, bersifat global, serta memberikan pengaruh pada budaya dan sikap masyarakat kebanyakan. Satu hal yang menonjol, Gen Z mampu memanfaatkan perubahan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan mereka.
Menurut Yusuf Kurnia, menerangkan bahwa Generasi Z ini merupakan pemilih muda untuk pemilu dan pemilihan tahun 2024, kemudian perannya sangat menentukan terhadap hasil akhir pada pemilu dan pemilihan yang akan datang.
"Generasi Z memiliki 2 modal; 1. Modal literasi logika, mereka memiliki pendidikan yang mumpuni sehingga membentuk pola berpikir yang kritis pada perubahan jaman. 2. Modal literasi digital, mereka itu generasi yang tidak terlepas dari digital, makanya generasi z disebut generasi internet. Sehingga mereka bisa mengakskes berbagai macam ilmu pengetahuan terutama tentang isu politik sangat mudah didapatkan baik elektoral maupun peristiwa politik."
Adapun problem yakni generasi z ialah mudah menjadi korban hoax yang menyesatkan, lebih lanjut menurut Yusuf Kurnia,
"Makanya sangat penting untuk memberikan literasi elektoral atau literasi politik kepada generasi z. Karena peran Bawaslu literasi politik dilakukan kepada para pemilih sehingga menimbulkan daya kritis dan rasional, kemudian menghasilkan pemilih yang LUBERJURDIL sesuai dengan asas pemilu." Tambah Yusuf.Tag
Berita