Minnatillah, Bekerja di Tengah Pandemi Covid-19
|
MInnatillah, S.Pd. Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Sumedang sedang melakukan meeting Daring bersama dengan Bawaslu Jawa Barat beberapa waktu lalu. (Doc. Humas Bawaslu Sumedang)[/caption]
Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid- 19) telah banyak merubah tatanan kehidupan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali pola kerja di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang tersebar diseluruh Indonesia, termasuk di Bawaslu Kabupaten Sumedang. Sebelum berbicara lebih jauh mengenai perubahan tersebut, perkenalkan nama saya Minnatillah, saya adalah Ibu Rumah Tangga yang memiliki dua orang anak. Aktivitas saya saat ini selain menjadi Ibu Rumah Tangga juga sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Sumedang. Tentunya dalam menjalankan kedua peran tersebut memerlukan keseimbangan dalam menjalaninya, hal inilah yang mengharuskan saya untuk pintar-pintar dalam membagi waktu.
Bekerja di Lembaga Pemerintahan khususnya Bawaslu memerlukan waktu yang tidak sedikit, itu artinya waktu yang terkuras akan lebih banyak terlebih jika sedang berlangsungnya kegiatan Pemilu (Pemilihan Umum), kita harus mengatur waktu dengan baik dan seimbang sehingga salah satu kewajiban tidak sampai terlupakan atau tidak tumpang tindih. Apalagi saya di rumah memiliki anak yang masih berusia balita, hal ini membuat pekerjaan rumah tangga yang perlu saya kerjakan tidak mudah dan harus lebih banyak menyempatkan waktu dengan si kecil, sehingga pertumbuhannya dapat terpantau dengan baik.
Pada Bulan Agustus tahun 2018 saya dilantik menjadi anggota Bawaslu Kabupaten Sumedang. Situasi saat awal saya dilantik sedang berlangsung tahapan pemilu yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, yang mengharuskan saya untuk langsung turun dan bekerja mengawasi jalannya tahapan pemilu. Meskipun pekerjaan ini merupakan dunia baru bagi saya, namun saya harus bisa dan dituntut untuk mampu beradaptasi.

Hal tersebut menjadi tuntutan serta motivasi diri supaya ritme kerja tim dengan yang lainnya tidak terhalangi, yang mana mereka notabenenya sebagai orang-orang yang lebih berpengalaman dalam dunia Pemilihan Umum sejak lama. Untuk itu, segala bentuk kerja keras dilakukan semaksimal mungkin untuk bisa ber jalan dengan seimbang dan akhirnya proses dapat dilalui dengan baik dan lancar, walau tak jarang terdapat krikil yang mengganggu. Seiring berjalannya waktu, pemilihan umum di Kabupaten Sumedang dapat selesai dengan pengawasan dan sukses terlaksana tanpa ekses
Selesainya kegiatan Pemilu di tahun 2019 tidak menjadikan kami dapat berleha-leha dan berdiam diri. Karena setelah itu ada beberapa agenda atau kegiatan lainnya yang harus dilakukan. Kami juga melakukan pemeliharaan data pemilih yang mana hal tersebut ialah amanat dari rakyat yang wajib dijalankan karena termasuk salah satu aspek penting dalam perhelatan kontestasi politik selanjutnya. Selain itu, kami juga harus memperkuat masyarakat dengan cara menyelenggarakan Sekolah Kader Pengawasan Partisifatif (SKPP). Tidak lupa, kami juga melakukan pembelajaran secara terus-menerus dengan mengikuti pelatihan ataupun rapat kerja yang telah diagendakan oleh Bawaslu Provinsi dan BAwaslu RI.
Pada sekitar bulan Desember di tahun 2019 kita dikejutkan dengan adanya berita yang disiarkan televisi mengenai virus berbahaya, yang awal mula penyebarannya terjadi di kota Wuhan China. Tidak sedikit orang yang pada akhirnya meninggal dalam waktu yang singkat disertai dengan gejala tertentu, namun beberapa juga tidak terdapat tanda gejala apapun. Pada saat itu karena virus tersebut penyebarannya masih disekitar Wuhan China, maka aktivitas dilakukan dengan seperti biasanya, yang mana masih dapat berkerumun, jalan keluar sebebas mungkin, melangsungkan rutinitas Ibadah di Masjid, sampai pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sampai pada bulan maret di 2020, awal munculnya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Pada saat itu aktivitas yang dilakukan berjalan seperti biasanya, sampai pada akhirnya tanpa diduga-duga penyebarannya terjadi secara signifikan di Indonesia dan banyaknya korban yang positif terpapar virus Covid-19. Adanya hal tersebut membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan baru bagi masyarakat untuk memutus penyebaran virus tersebut. Berbagai tindakan dilakukan, mulai dari Physical Distancing, Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), dan aktivitas lainnya yang biasa dilakukan diluar menjadi aktivitas yang harus dilakukan dirumah, yaitu seperti sekolah, ibadah, sampai pada bekerja pun yang biasanya dilakukan dikantor mulai diberlakukan di rumah atau lebih dikenal sebagai Work From Home (WFH).
Dengan adanya surat edaran dari Ketua Bawaslu RI Nomor 0074/K.BAWASLU /PR.03.00/III/2020 yang isinya memberlakukan seluruh Bawaslu yang ada di Indonesia untuk melangsungkan aktivitas pekerjaan dengan dirumah saja atau WFH. Namun selanjutnya terjadi perubahan kembali mengenai perpanjangan WFH melalui surat edaran yang diterbitkan kembali oleh Ketua Bawaslu RI Nomor 0091/K.BAWASLU/PR.03.00/III/2020. Walaupun begitu kami tetap bekerja dan kami pun memberlakukan piket bergilir bagi seluruh staf, yang dalam setiap harinya ada 3 sampai 4 orang staf yang piket di kantor tidak terkecuali bagi kami Komisioner, yang melakukan piket tersebut. Meskipun aktivitas kami harus dilakukan dirumah, kami tidak pernah libur dalam bekerja.
Dalam melangsungkan kegiatan belajar, koordinasi, bahkan acara rapat pun kami lakukan via online yang hampir berlangsung setiap hari. Untuk berjalannya kegiatan tersebut, kami mempergunakan aplikasi penunjang seperti, Zoom, webex, Jitsi, dll. Namun dalam berbagai kegiatan ataupun pertemuan kami lebih sering menggunakan aplikasi zoom. Meski pada awalnya kami asing dengan aplikasi ini bahkan dalam mengoperasikannya membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu karena seringkali saya kesulitan dalam menggunakannya atau lebih dikenal dengan istilah gaptek. Namun sedikit demi sedikit seiring dengan berjalannya waktu, kami pada akhirnya terbiasa menggunakan aplikasi tersebut.
Apakah selama menggunakan zoom meeting ada kendala? Tentu ada, beberapa kendala tersebut sering saya hadapi sendiri ketika melakukan meeting via zoom. Bukan hanya dalam aplikasi zoom saja, tapi aplikasi lain pun sama karena ternyata kendalanya ada pada sinyal HP saya. Awalnya saya bertanya-tanya kenapa sinyal jadi kendala, namun ternyata karena rumah tempat tinggal saya terletak di perkampungan yang tentunya hal ini menjadi sebuah kendala bagi saya pribadi. Walaupun begitu, beberapa dari yang lainnya seringkali memiliki kendala yang sama. Saya juga seringkali menduga bahwa letak permasalahannya terdapat pada perangkat telepon yang digunakan. Ini jelas sekali bahwa selama berlangsungnya zoom meeting banyak mengalami berbagai kendala.
Banyak sekali pengalaman selama berlangsungnya zoom meeting yang memang ditemukan beberapa kendala. Pertama ketika meeting zoom dengan teman Srikandi Se -Jawa Barat, saya harus banyak berkorban demi mendapat sinyal yang bagus, diantaranya yang saya lakukan ialah dengan memanjat pagar yang tingginya sekitar 2 meteran. Kenapa di sana? karena spot di sana kebetulan sinyalnya bagus, hal ini dimungkinkan karena memiliki ukuran yang agak tinggi dan dimungkinkan juga tidak ada penghalang.
Saking senangnya mendapat sinyal yang bagus, rasa takut akan ketinggian pun hilang. Tentu saja karena adanya hal ini menjadi obat dari penghalang akan sulitnya berjumpa satu sama lain, sehingga sudah beberapa bulan kita tidak berjumpa akibat neng Corona main ke Indonesia. Tapi kami di beri kesempatan untuk bercerita satu persatu terkait kondisi di daerah masing-masing terkait penyebaran virus Covid-19 dan sistem kerja di Bawaslu Kabupaten/Kota masing-masing.
Kedua, ketika meeting zoom dengan teman JMPD (Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi) yang di lakukan di malam hari. Diskusi ini narasumber nya semua perempuan bahkan ada Teteh Pimpinan Bawaslu Provinsi yaitu Teh Lolly. Karena kondisi saat itu sudah gelap, maka tidak memungkinkan bagi saya untuk memanjat pagar karena takut terpeleset dan jatuh. Akhirnya saya menemukan spot lain yang memiliki sinyal yaitu diluar rumah letaknya dipojokan.
"Kebayang gak malam malam harus zoom meeting di luar rumah? Tentu saja teman yang setia menemani ialah nyamuk nakal, sebagai upahnya mereka minta sedikit darah buat ketahanan supaya kuat menemani, alhasil kaki dan tangan saya menjadi sasaran mereka." Waktu itu zoom meeting dimulai pada pukul 20:00 WIB dan berakhir dipukul 22:30 WIB. Tentunya selama 2,5 jam saya harus rela memberi asupan darah kepada para nyamuk. Tapi semuanya alhamdulillah terbayar dengan diskusi yang menarik dan manfaat ilmu yang di dapatkan.
Ketiga, ketika zoom meeting masih dengan teman JMPD yang pada saat itu menghadirkan Narasumber Bapak Ketua Bawaslu Provinsi yaitu Pak Abdullah Dahlan. Acara ini pun mulai dilakukan pada malam hari. Tentu harus bersahabat kembali dengan nyamuk, namun ada kendala lain yang mana dengan kebetulannya pada saat itu sedang turun hujan. Otomatis saya harus mencari spot yang aman dari hujan, tentu karena di sini sinyal parah sekali sehingga saya juga tidak menemukan spot yang sinyalnya lanjay (lancar jaya). Alhasil zoom meetingnya masuk keluar room terus menerus dan itu berlangsung selama 1 jam. Alhamdulillahnya hujan reda sebelum zoom meeting selesai sehingga sinyal kembali normal dan saya bisa mengikuti zoom sampai selesai.
Ke empat, tepatnya di tanggal 19 Mei 2020 terdapat jadwal meeting dengan Tim Humas Jabar dalam serial awasi yuk! Apa sih awasi yuk!? Acara ini di gagas oleh Tim Humas Jabar tentunya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi acara ini adalah Teteh Pimpinan kita yaitu Teh Lolly yang sangat menginspiratif sekali bagi kami kaum perempuan. Acara ini rutin dilaksanakan di hari Kamis, walaupun acara ini untuk kehumasan namun saya tidak pernah ketinggalan acara ini. Soalnya selain bahasannya menarik, dapat menambah ilmu bagi diri saya pribadi.
Kembali ke pengalaman zoom meeting, pada saat itu narasumbernya ada Pak H. Yusuf, Pak Berna, dan Bu Dede Kania. Meeting saat itu ditemani si kecil karena kebetulan sekali yang mengasuhnya ada keperluan lain. Terbayangkan atau enggak, secara anak saya Sarah saat ini sedang aktif-aktifnya, semua serba ingin tahu dan semua ingin mencoba. Ketika mamaknya pakai headset, kemudian bawa HP otomatis memancing rasa penasaran dia, alhasil dia merebut headret yang terpasang di telinga mamahnya dan kemudian ia pakekan ditelinganya sendiri. Sehingga terjadilah tarik menarik headset yang berlangsung cukup lama. Usaha merayu sedemikian rupa agar headset mamahnya dikembalikan harus saya lakukan sehingga untuk membuatnya anteng mamak memasrahkan diri di pakaikan topi panci di kepala sehingga membuat dia senang dan saya bisa menyelesaikan zoom meeting.
Kelima dan seterusnya masih banyak pengalaman selama zoom meeting, karena sudah puluhan zoom meeting yang sudah saya ikuti termasuk zoom meeting yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI, Provinsi lain bahkan Ormas. Topik nya hampir sama terkait Isu Pilkada yang akan di gelar di situasi pandemi Covid 19 ini. Termasuk zoom meeting yang diselenggarakan oleh KPU yaitu rapat pleno pemutakhiran data pemilih. Sudah 2 kali kita mengikuti rapat pleno KPU melalui virtual, namun itu tidak mengurangi esensi dari rapat itu sendiri. Tapi seringkali banyak kegiatan meeting zoom yang di lakukan di kantor sehingga tidak ada kendala sinyal, atau rengekan si kecil jadi bisa fokus mendengarkan dan mengikuti diskusi sampai selesai dengan baik. Walaupun jarak tempuh dari rumah ke kantor cukup jauh.
Satu cerita zoom meeting yang tidak bisa terlupakan yaitu ketika acara serial penutupan awasi yuk! yang di gelar pada Kamis 28 Mei 2020. Acara tersebut merupakan acara awasi yuk! yang terakhir yang di selenggarakan oleh Humas Bawaslu Jawa Barat, acara berlangsung dengan lancar dan banyak yang antusias terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk lewat chat zoom bahkan secara langsung. Tidak ketinggalan juga dari Kabupaten Sumedang pun mengajukan sebuah pertanyaan kepada Narasumber yang di ajukan oleh Staf Humas kami yaitu Doni Irwandi.
Sampai dipenghujung acara tibalah pada sambutan yang di sampaikan oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi, salah satu sambutan yang di sampaikan Pimpinan yaitu dari Teh Lolly Suhenti, yang sangat mengagetkan sekaligus menggembirakan. Tahu enggak apa yang di sampaikan? Pasti tidak tahu kan? karena saya belum menceritakan nya. Jeng jeng jeng, tiba-tiba Teh Lolly mengumumkan pemenang beberapa kriteria peserta yang mengikuti awasi yuk! Kriteria nya yaitu peserta tersemangat, tercepat dalam bertanya, dan terkreatif dalam mengaplikasikan hasil belajar. Kemudian beliau mengumumkan peserta tersemangat dengan berbagai kendala selama mengikuti kegiatan awasi yuk! Beliau pun menyebutnya satu persatu yang pertama Ibu Nuryamah, kedua Minnatillah, ketiga bapak Ending. Kaget dan senang ada namaku disebutkan, antara percaya dan tidak. Kok bisa saya dapat penghargaan? Tapi Alhamdulillah ternyata perjuangan selama zoom meeting ini membuahkan hasil yang menggembirakan.
Kemudian penghargaan peserta tercepat dalam bertanya, dari kabupaten Sumedang masuk juga sebagai pemenang yaitu Doni Irwandi. Lengkaplah sudah kebahagiaan kami karena masuk dalam 2 kriteria walaupun tidak pernah terbayangkan akan mendapat penghargaan, yang mana sebelumnya tidak pernah di sebutkan akan ada penghargaan oleh Humas Bawaslu Jabar. Pokoknya senang sekali bukan karena hanya dapat penghargaan tapi karena dapat ucapan selamat juga oleh bapak Fritz Edwar Siregar Anggota Bawaslu RI, acara awasi yuk! pun ditutup secara resmi oleh beliau. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa barat.
Kegiatan zoom meeting ini masih berlangsung sampai sekarang, karena virus Covid-19 ini belum selesai. Bahkan adanya perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang saat ini masih diberlakukan demi mencegah penyebaran virus ini. Surat edaran dari Bawaslu RI pun masih belum berubah, kita semua masih WFH dan tetap berjalan diberlakukannya piket. Semoga keadaan ini segera membaik karena kami mengkhawatirkan jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak yang mana digelar pada 9 Desember 2020. Tentu banyak tantangan dan resiko yang akan dihadapi disamping tantangan kesehatan yang pasti akan sangat rentan sekali terpapar virus Covid 19.
Seperti inilah cerita pengalaman saya selama zoom meeting saat WFH, masih banyak lagi cerita yang terjadi saat zoom meeting. Namun saya rasa cerita di atas cukup menggambarkan bagaimana kendala ketika zoom meeting berlangsung. Namun semua nya tidak menghalangi saya untuk terus mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan secara virtual baik dari Provinsi maupun dari RI. Semoga tulisan ini enak di baca dan bisa memberikan manfaat buat pembaca. Terimakasih.
Penulis : Minnatillah, S.Pd. (Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kab. Sumedang)