Lompat ke isi utama

Berita

Kopi Lokal Sumedang dan Ruang Dialog Demokrasi

deden

Sumedang,3 Nopember 2026. Kopi lokal Sumedang dapat dipandang bukan hanya sebagai bagian dari budaya minum kopi, tetapi juga sebagai ruang sosial untuk mempertemukan warga, bertukar gagasan, dan membicarakan kehidupan bersama.

Kopi sebagai Ruang Sosial

Pembahasan mengenai kopi lokal Sumedang dapat ditempatkan dalam konteks ruang sosial yang memungkinkan warga berinteraksi secara terbuka. Di ruang semacam ini, percakapan tidak hanya berkaitan dengan minuman, tetapi juga dapat menyentuh pengalaman dan persoalan kehidupan bersama.

Percakapan dan Nilai Demokrasi

Nilai demokrasi terlihat pada proses percakapan yang memberi ruang untuk mendengar pandangan orang lain, menghargai perbedaan, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Keterkaitan antara kopi dan demokrasi dalam naskah ini berada pada gagasan tentang ruang dialog dan partisipasi warga.

“Kopi dapat menjadi ruang perjumpaan, tempat warga bertemu dan bertukar gagasan secara terbuka.”
Ungkap Deden Suryatman Permana, Staf Pengelola Informasi dan Dokumentasi Publik Bawaslu Kabupaten Sumedang.

Melalui ngopi bareng beberapa orang atau sekelompok orang dapat berdialog, mendengar dan menyampaikan pendapat.

“Demokrasi membutuhkan sikap untuk mendengar, menghargai perbedaan, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.”Katanya.

“Kopi lokal Sumedang dapat menjadi bagian dari kebanggaan daerah sekaligus momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga demokrasi melalui pengawasan pemilu partisipatif.”Pungkas Deden.

Penulis dan Foto: Doni Irwandy Editor: Tim Humas